K@tegori

Senin, 18 Januari 2010

Pukulan Fisik Dapat Menurunkan IQ Anak


Mendidik anak bukanlah sesuatu yang mudah. Meski memiliki sejumlah teori dalam kepala kita, tidak jarang orangtua lebih memilih menggunakan tindak kekerasan untuk menyadarkan anak. Hasilnya, anak menjadi patuh, penurut, dan tidak menyulitkan. Yang tidak mereka ketahui adalah bahwa dari setiap pukulan yang diberikan pada anak tidak hanya akan meninggalkan memar pada fisiknya, tetapi juga dampak pada kondisi psikologis dan tingkat intelegensinya.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Murray Strauss dkk dari Universitas New Hampshire, Amerika Serikat menunjukkan bahwa sebagian besar anak yang sering mendapat perlakuan keras dari orangtua mereka memiliki tingkat intelegensi (IQ) yang rendah, bahkan dikatakan pula bahwa mereka akan mengalami kesulitan untuk mengikuti jenjang pendidikan yang lebih tinggi.


Penelitian ini dilakukan pada 1510 anak yang dibagi menjadi dua grup. Grup pertama terdiri atas 806 anak berusia 2-4 tahun, dan grup kedua terdiri atas 704 anak berusia 5-9 tahun. Pada masing-masing grup terdiri atas anak yang mendapat dan tidak mendapat perlakuan keras dari orangtua mereka. Kemudian setiap anak diminta untuk menjalani tes IQ pada awal penelitian dan pada akhir penelitian 4 tahun kemudian. Dari hasil pemeriksaan tersebut ditemukan bahwa IQ pada anak yang tidak mendapat kekerasan di grup pertama memiliki peningkatan sebanyak 5 poin lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang mendapat kekerasan. Begitupula yang terjadi di grup dua, ditemukan adanya peningkatan sebanyak 2,8 poin lebih tinggi pada anak yang tidak mendapat kekerasan dibandingkan dengan anak yang mendapat kekerasan.


Dari penelitian tersebut juga ditemukan bahwa semakin sering anak mendapat kekerasan, maka semakin lambat perkembangan kemampuan mental mereka. Bahkan jika ditinjau dalam lingkup yang lebih luas ditemukan fakta bahwa sebuah negara yang memiliki jumlah tindak kekerasan pada anak lebih tinggi memiliki IQ rata-rata penduduk yang lebih rendah.


Lantas bagaimanakah sebuah tindak kekerasan dapat mempengaruhi tingkat intelegensi anak?
Jika ditinjau dari aspek psikologis, dapat dikatakan bahwa setiap pukulan yang anak terima dapat memberikan bekas yang mendalam dan berujung pada kondisi stres anak, terutama saat menghadapi situasi yang sulit. Proses pendisiplinan yang terlalu keras dapat menghalangi anak untuk berpikir bebas dan berkreasi sehingga ia tidak terlatih untuk mengeluarkan kemampuannya. Jadi, sebagian besar tindakan yang mereka lakukan adalah karena senantiasa teringat akan pukulan yang mungkin mereka terima dari orangtua mereka, bukan karena inisiatif mereka sendiri.


Tentunya tidak ada orangtua yang tidak menginginkan anak mereka untuk terus berkembang menjadi pintar dan membanggakan. Untuk itu diperlukan komitmen dari setiap orangtua agar menghindari segala tindak kekerasan dalam mendidik anak. Dengan demikian anak dapat senantiasa mengembangkan kemampuan mereka secara optimal. Diharapkan fakta ini dapat lebih meyakinkan dan menyadarkan setiap orangtua yang masih menerapkan metoda kekerasan dalam mendidik anak untuk merubah pola pendidikan anak mereka menjadi lebih baik.

1 komentar:

  1. artikelnya disimpan
    nanti dibaca lagi kalo punya anak. hehehee

    BalasHapus