K@tegori

Sabtu, 23 Maret 2013

Oleh-Oleh Khas Dari Kota Palu


Tak sengaja saya membuka google untuk mencari Sahabat Blogger Wilayah Palu, saya mendapatkan situs usaha kecil Bawang Goreng Garuda Jaya milik Bapak Hadi Suwarno yang ada  di belakang rumahku dan Blog Bawang Goreng Sri Rejeki milik kawan saya semasa sekolah “Ari Sandi alias Ari Abont”.

 Bawang Goreng Kota Palu menjadi salah satu oleh-oleh WAJIB bagi yang berkunjung di kota ini. Aroma dan renyahnya bawang goreng ini sangat berbeda dari bawang goreng ada dimanapun. 


Masih teringat saya sewaktu kuliah, saat meyelesaikan pendidikan S1 Ekonomi yang judulnya “Elastisitas Produksi Pada Komoditi Bawang Goreng di Kota Palu”. Mengambil  sebanyak 18 Perusahaan yang tersebar di Kota Palu pada tahun 2008 serta membutuhkan selama 8 Bulan untuk merampungkan tulisan (skripsi).

Sebenarnya UMKM Bawang Goreng dan petani ini perlu mendapat perhatian serius dari Pemerinah setempat, berupa Insentif  dan pelatihan di BPTP Sulawesi Tengah. Hal ini perlu agar ketersediaan stok bahan mentah selalu aman. Apalagi harga bawang di pasaran meroketnya minta ampun.

Apa Maskot Daerahmu



Ada begitu banyak patung dan monumen di DKI Jakarta seperti Patung Pancoran, Patung Panglima Besar Sudirman, Patung Selamat datang di Bundaran Hotel Indonesia dan masih banyak lagi. Tapi, siapa yang tahu apa maskot Kota DKI Jakarta? Kebanyakan orang pasti menjawab MONAS dan atau Ondel-Ondel, tapi jawaban itu SALAH BESAR. Saya baru menyadari pada saat menonton acara WIDESHOT di Metro TV. Sebagian orang tak akan menduga jika maskot utama Pemprov DKI Jakarta terdapat di daerah Jakarta Timur tepatnya di wilayah Condet. Adalah Patung Burung Elang Bondol yang sedang mengcengkeram Buah Salak Condet. 

Elang Bondol Sedang Mencengkeram Bauh Salak


Elang Bondol kadang disebut juga sebagai Lang Lang Merah atau Elang Tembikar. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan sebutan Brahminy Kite atau Red-backed Sea-eagle. Sedangkan nama ilmiah hewan ini adalah Haliastur indus yang bersinonim dengan Falco indus. Sedangkan Salak Condet memiliki nama ilmiahnya yaitu (Salacca zalacca).
Salak Condet


Di Indonesia sendiri Elang Bondol termasuk satwa yang dilindungi dan terdaftar dalam lampiran Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999. Selain itu Elang Bondol ditetapkan sebagai Fauna Identitas(Maskot) Provinsi DKI Jakarta mendampingi Salak Condet (Flora Identitas) berdasarkan Keputusan Gubernur No 1796 Tahun 1989. Terakhir, burung pemangsa ini juga dijadikan logo Bus Transjakarta.

Sungguh miris dan ironinya kawasan cagar budaya tersebut. Lahan Buah Salak Condet mulai tergerus oleh pembangunan Mal, Apartemen, Perumahan Elite, Kawasan Bisnis dan Kawasan Hiburan. Segala bentuk pembangunan untuk mensejahterakan tidaklah salah tapi perlu ada keseimbangan dengan Kawasan Cagar Budaya agar tetap terpelihara untuk generasi mendatang. BANGSA YANG BESAR ADALAH BANGSA YANG MENGHARGAI BUDAYA LUHURNYA.

Sama halnya di Kota Palu ada bebeapa patung seperti Patung Kuda dijalan Lasoso dan diperempatan Jalan Raden Saleh serta monumen di titik nol kilometer Kota Palu. Tapi kesemuanya tak mecirikan sebagai ikon serta budaya Kota Palu yang sebenarnya, tapi yang ada adalah nilai komersialisasi.
Titik Nol Kilometer Kota Palu

Patung Kuda di Jalan Raden Saleh
 
Ini bisa menjadi bentuk pelajaran beharga bagi semua pihak. Apa maskot utama daerahmu?

Rabu, 20 Maret 2013

Balada Kisah Harga Bawang


Dalam seminggu ini berita utama disetiap media apa itu media cetak, online dan lain sebagainya tema yang beritakan adalah kenaikan harga sejumlah barang khususnya Bawang Putih. Gara-gara kenaikan Bawang Putih dirumah tanteku ngoooooomel terus hanya karena Bawang yang satu ini. Dipasar Mosomba(pasar tradisional di Kota Palu) saja Bawang ini naik tiga kali lipat dari harga sebelumnya. Saat ini Bawang Putih jatuh di harga Rp. 58.000,- per kilonya. Hal ini cukup menggigit arus kas rumah yang sudah dirangcang sebulan sebelumnya. Apalagi tanteku dirumah doyan masak dan tak pernah menggunakan bumbu penyedap rasa. Untuk menjaga agar makanan tak cepat basi maka tante harus memperbanyak bahan bumbu. 

Jika orang dirumah tahu atau mempunyai basic  tentang cara menanam bawang yang baik maka hal satu ini tak perlu menjadi topik pembicaraan  utama. Tapi pada dasarnya kita memang buta jadi yahhh pasrahkan saja pada Tuhan.

Dalam masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyano (Pak SBY) ada beberapa komoditas dapur yang hampir membuat kursi Pak SBY goyang. Pertama kenaikan harga Cabe yang pernah mencapai titik klimaks yaitu Rp. 92.000,- per kilonya. Karena cabe akhirnya disamping rumah masih ada tanah yang nganggur maka ditanamlah cabe sebanyak-banyaknya. Dan masalah satu ini dapat teratasi. Tante bisa bernapas lega. Tahun 2012 lalu memang kepalaku dibuat puyeng gara-gara Harga Daging Sapi mencapai Rp. 110.000,- per kilonya. Memang barang ini membuat satu rumah tak pernah akur, ribuuut tidak pagi, siang, malam, besok, lusa. Apalagi sewaktu hari raya Idul Adha, acara syukuran dan acara lainnya. Dan sekarang giliran Bawang Putih lagi bermain harga. Nggak tahu setelah Bawang Putih komoditi apalagi yang naik. Di tunggu saja tanggal mainnya.

Baca Selengkapnya...